Tips Hamil | Cara Cepat Hamil

Kamis, 18 Oktober 2012

Republik Pelik



Republik Pelik

/1/
Mari kita bicara tentang kegelisahanku, kawan:
ketika devisa negara keluar satu Te tiap hari untuk impor minyak
dengan harga 80 dollar per barrel1
dan teror-teror media informasi tentang teroris dan kengerian ekonomi
meneror
membombardir
memaksa kita untuk menelan mentah-mentah.

Pendidikan dianggap remeh
kerusuhan, kekerasan, dan mimpi-mimpi kemewahan dipertontonkan
suara-suara sumbang berkedok agama yang hanya berkutat pada halal dan haram belaka
pertentangan seni dan pornografi
kekhawatiran tentang pengaruh internet, modernisasi, dan kemajuan teknologi
atau tentang seniman yang mengeluh karena perutnya lapar.

Para petinggi pun hanya berpikir tentang balik modal setelah usaha perebutan kursi
(Oh, mengapa mereka tidak menjadi pengusaha saja sehingga tidak perlu korupsi atau bermain teater? Toh, pengusaha tidak jahat: membuka lapangan kerja untuk pengangguran yang membludak, walaupun sekali-kali merusak alam dan lingkungan tak mengapa: ada perusahaan asuransi atau negara yang akan menanggungnya. Haha.).

Percayalah, selama terlalu banyak kepentingan dan wacana, kesejahteraan rakyat hanya mimpi belaka.

/2/
Apa kabar lumpur yang akan membelah pulau Jawa, yang konon sudah diramalkan sejak zaman Jayabaya?

Berapa tahun sudah perusahaan tambang asing bercokol di bumi nusantara dan tidak ada yang berani menggubris lantaran tak ingin bernasib seperti Chili? Mereka hanya menyisakan sedikit persentase laba dan selebihnya pencemaran alam.2

/3/
Aku tidak sedang meracau
hanya risau
sebab suara parau
hanya jadi desau.

/4/
Amboi!
Kunyalakan televisi isinya hanya rentetan iklan pengharum ketiak dan shampoo ketombe
atau rokok atau sabun.
Berita yang baik adalah berita yang buruk.
Lihatlah bagaimana berita itu dikemas sesuai pesanan.
Hanya sedikit berita baik:
karya-karya baru dan (beberapa) prestasi anak bangsa
jalan-jalan
dan berita kuliner
selebihnya berita-berita yang membuat kita memekik
bergidik:
tawuran yang sudah tidak aneh dan turun temurun laksana seleksi alam
geng motor yang katanya mencari jati diri lewat serangkaian aksi kriminal yang mereka anggap keren, rebel, dan rock n roll
belum lagi berita tentang dua kubu massa bayaran mempertahankan lahan
saling memanah
saling mengokang dan menodongkan senapan angin
atau mengacungkan kelewang
mereka tak sadar mereka hanya jadi pengalih isu semata.
Nasib TKI yang tidak jelas di negara yang katanya Islami juga tak kalah miris
dan lebih banyak lagi kabar miring yang tidak ditayangkan
sementara aku hanya bisa pasrah mengikuti jalan cerita tayangan favorit nenekku: opera sabun lokal dubbing-an yang sering membuat geram, gemas, dan gatal.

/5/
Hari ini tanggal 30 ya?
Ya! Aku ingat ada apa.
Ingat cerita seorang bintara tua di kompleks sebelah
tentang:
kudeta
pembantaian para perwira
dan janji-janji politik buat pendukung Sang Jumawa.
Cerita tentang orang yang ditanya kiri atau kanan lalu ia jawab "Merdeka!"
tentang orang-orang yang disangka merah lantas diseret ke tepi sungai
dan disembelih begitu saja
dan darahnya mengganti warna sungai menjadi merah:
merah darah
merah amarah
dari orang-orang desa yang pasrah meregang nyawa tanpa tahu ada apa.

Zaman aku sekolah, anak-anak sebuah STM merayakannya dengan minta telinga
barangkali mereka terngiang-ngiang kehebatan film dokumenter tentang pendahulu mereka yang berkata "Darah itu merah, Jenderal!"
lantas mereka menghambur-hamburkan kucuran darah lawannya.

Sejarah kelam
sejarah yang bengkok
sejarah berdarah yang ditulis oleh pemenang sejarah.

/6/
Sekarang ini di mana-mana memang tidak ada yang gratis.
Di tembok WC umum tertulis “Jangan lupa bayar sehabis pipis”.

Betapa zaman semakin pelik
penyakit jenisnya kian unik
rumah sakit mahal kian mencekik
lantas orang lari ke Ponari yang punya batu akik.

Mari kita giatkan lagi program padat karya atau transmigrasi untuk mengatasi angka pengangguran yang sudah merisaukan
sebab lowongan kerja hanya terbuka bagi relasi.

Lagipula banyak investor yang masih kurang yakin dengan situasi nasional yang
sebentar-sebentar demo
sebentar-sebentar kerusuhan
sebentar-sebentar tragedi.

/7/
Sekolah mahal.
Hanya orang berduit yang bisa mengenyam pendidikan.
Anggaran pendidikan yang sedikit membuat banyak anak bangsa tidak berkembang.

Sekolah roboh
Sekolah rusak
Sekolah mahal
Ayo sekolah, nak!
Bapak sudah terlanjur beli buku-bukumu yang tidak gratis itu.
Bantuan khusus untuk sekolah itu pun tidak banyak membantu.
Demikianlah sebait sajak tukang ojek buat anaknya yang dibacanya di dalam batin.

Bersemangatlah belajar karena di luar sana saudara-saudaramu tak bisa belajar sebab sekolahnya disegel akibat sengketa lahan.
Bersemangatlah belajar karena di luar sana saudara-saudaramu bersemangat menempuh perjalanan jauh mendaki gunung membelah laut meniti titian Indiana Jones demi menuntut ilmu.
Bersemangatlah belajar karena di luar sana tentara di tapal batas menjaga perbatasan sambil mengajar karena sekolah setempat kekurangan guru.

/8/
Ya, aku ingat!
Kita begini lantaran pakar ekonom kita buka-bukaan bahwa neraca keuangan negara ini diakal-akali sejak jaman orang-orang keenakan dengan harga-harga yang murah selama puluhan tahun.3

/9/
Aku di sudut kamar ini, sibuk memikirkan urusan negara:
bagaimana bisa generasi sekarang dan di masa depan
sanggup membayar hutang negara yang angkanya ribuan Te atau tak terbayang sudah.
Haruskah pulau-pulau indah dijual satu demi satu?

/10/
Belum lagi illegal logging  yang korupnya lebih-lebih dari korupsi orde diktator.
Bisnis tilang-menilang yang sempat gencar pun bisa dipakai untuk beli mobil-mobil baru: buat menangkap penjahat!

/11/
Premanisme sejak zaman Kusni Kasdut, Joni Indo, sampai dengan Hercules dan John Kei
seolah-olah polisi dan militer sempat kehilangan wibawa dengan aksi-aksi mereka.
Beberapa oknum barangkali justru membekingi orang-orang semacam mereka dan bahkan lebih pandai dan berbahaya.
Tapi pengusaha pada masa 80-an tahu cara mengatasi premanisme yang mengganggu jalannya usaha mereka melalui tangan dingin penguasa: kerahkan petrus!
Sikat dan binasakan semua penjahat berkerah dekil!
Lantas ramai-ramailah orang yang kuatir jadi target Operasi Clurit4 itu, menghapus rajah di tubuh mereka, dengan kapur sirih dan sabun colek
sebab tak ingin mayat mereka menghilang tanpa nama.

/12/
Lihatlah bagaimana negara ini dikelabui: pabrik narkoba banyak berdiri
bandar ecek-ecek di-dor di dengkul jika tak punya uang tebusan 8 sampai 15 juta
bandar kelas kakap bebas berkeliaran keluar-masuk lolos dari penangkapan seolah-olah kebal hukum.5
Bisnis narkoba, judi, dan pelacuran selalu menggiurkan.
Isu anti perdagangan manusia cuma jadi kampanye angin lalu.

/13/
Bangsa ini barangkali masih tengah mencari identitas
masih terbuai oleh sejarahnya sendiri
terpukau oleh gemerlap keindahan negara tetangga
dan lebih suka hal yang berbau kebarat-baratan ketimbang mendalami seni budaya bangsanya sendiri.

/14/
Generasi muda bermimpi dan berlomba-lomba menjadi artis instan.
Lowongan menjadi teknokrat dan inovator kalah pamor
seolah-olah sudah kehabisan cita-cita.
Sarjana pun bahkan beralih jadi tukang ayam.

Muda-mudi gagal jadi bapak-ibu akibat perbuatan sendiri
membuang janin alias aborsi jadi pilihan
sebab tak ingin mencoreng muka keluarga atau berdalih tak mampu menafkahi
sementara di luar sana ibu-ibu mandul kering air matanya berdoa kepada Tuhan minta dikaruniai momongan.

Sindikat penculik bayi pun bebas berkeliaran
keluar-masuk rumah sakit menyamar menjadi petugas
demi rupiah hasil menjual bayi.

/15/
Kita tidak pernah tahu siapa tuan besar di balik pahlawan yang mengatasnamakan memberantas kecurangan.
Kita tidak pernah mau tahu sejarah dan tujuan ormas-ormas dibentuk.

/16/
Negeri ini negeri mafia
Negeri yang sudah kebanyakan mafia:
Mafia peradilan
Mafia pendidikan
Mafia tes PTN
Mafia pajak.

Negeri ini negeri calo:
Calo tes PNS
Calo KTP
Calo SIM
Calo tanaman hias
Calo tiket sepakbola
Calo tiket kereta api
sampai
Calo angkutan umum.

Sepertinya negeri ini harus kembali ke sistem kerajaan
sebab upeti yang disetorkan rakyat terang-terangan digelapkan.
Bayangkan apa jadinya jika negeri ini negeri kerajaan dan raja murka?
Tentu sang pelaku dipancung!

Tukang tilep semakin menjadi saja:
mencuri dana dari proyek kitab suci
mencuri dana dari bank besar-besaran dan kasusnya disimpangsiurkan.

Pahlawan baru dan pahlawan lama saling bersitegang
tak malu diumpamakan sebagai cicak melawan buaya.
Bagaimana dengan si Bapak dari Kota Apel yang berjalan kaki meraba-raba keadilan karena anaknya tewas ditabrak mobil dinas?6
Sepertinya petugas kita harus kembali seperti zaman dulu: cuma dimodali pentungan dan sepeda onthel!

Bagaimana dengan industri penerbangan kita?
Padahal kita punya profesor yang disegani di dunia internasional.
Itulah akibatnya jika duit onderdil pesawat diselewengkan.

Sama-sama satu tuhan saling tuding mencap sesat
saling bunuh saling bakar
saling menghunuskan parang.

Pemuda mau dekat dengan Tuhan jadi takut dianggap teroris
pemuda mabuk-mabukan dibiarkan.

Sebagian dari kita juga kerap lupa berterima kasih
kepada intelijen yang menjaga kita
kepada aparat yang membebaskan saudara kita yang jadi sandera di Somalia
kepada aparat yang sering menangkap penjahat yang meresahkan
kepada aparat yang memburu teroris.

Anda pernah dengar kabar tentang siswa yang bunuh diri karena tak bisa bayar SPP?
Kegelisahan nelayan atas kapal ikan asing yang menyerobot jatah mereka di perairan kita?
Pasar-pasar tradisional yang kerap dibakar lantas disulap jadi mall-mall baru?
Atau bisnis pengemis yang masih jadi favorit?
Jangan pula lupa, zaman pelik pun telah melahirkan monster-monster: Sumanto, Robot Gedek, Ryan Jombang.

/17/
Orang-orang ramai-ramai membuka lahan sawit lantas memburu orangutan
sebelum akhirnya ramai-ramai masuk rumah sakit jiwa lantaran harga sawit yang sewaktu-waktu bisa anjlok-terjun bebas dan bikin jantungan.7

/18/
Para buruh menjerit minta dihapuskan sistem outsourcing
dan kenaikan upah demi kehidupan yang lebih layak.
Investor dan pengusaha dagdigdug mengamati situasi yang bisa merugikan banyak pihak.
Jika unjuk rasa lebih dikedepankan, siklus ekonomi yang didorong oleh produktivitas tentu akan terhambat.

/19/
Berhati-hatilah kaum hawa jika naik kendaraan umum, sebab para pemerkosa tengah mengintai
tak hanya perawan ayu, bahkan mbok-mbok tukang sayur pun mereka suka!
Ingatlah bahwa penjara adalah neraka para pemerkosa
yang penuh siksaan berat untuk fisik dan harga dirimu sebagai pria!

/20/
Lalu bagaimana bangsa ini mengingat dan menghargai serangkaian aksi heroik yang dilakukan para veteran kita dulu?
Mereka bertempur di Malindo, Timor, Irian Barat, Aceh.
Ratusan dari mereka dibantai di lahan terbuka dan tak pernah kembali pada keluarga.
Sayang, Timor dilepas setelah sekian lama diperjuangkan.

/21/
Mari kita buka lagi sejarah kelam bangsa ini:
Gestapu
DOM Aceh
Petrus
Tanjung Priok
Kerusuhan 98
Poso
Ambon
Sambas
Sampit
Tragedi Semanggi
Siapa pembunuh Munir yang setiap tahun selalu dipertanyakan?
Siapa yang bertanggung jawab?
Para korban kebanyakan sudah menyatu dengan alam: menjadi tanah, menjadi abu, menjadi udara yang kita hirup, atau habis dimakan ikan.

/22/
Semua makanan yang beredar mengandung racun.
Lantas apa lagi yang bisa kita makan?

Sawah-sawah lenyap satu per satu dari pedesaan
menjelma mall, pabrik-pabrik, atau ruko.
Lantas apa lagi yang bisa kita makan?

Mall yang berdiri di setiap sisi kota
kian merajalela.
Mall sebanyak itu, siapa yang belanja?
Penduduknya secara tidak sadar telah didikte untuk bermental konsumtif.

Para pedagang kecil berteriak protes sebab lahan mereka kian menciutkan nyali berdagang mereka
lantaran supermarket yang bahkan rela buka 24 jam. 8
Di mana lagi mereka harus berdagang?
Modal yang mereka punya tak cukup untuk dipakai bersaing
dan seolah menjawab doa di hati kecil mereka, para perampok mengambil kembali hak yang telah terampas.

/23/
Terbuai mimpi megah kota
akar budayamu tercecer:
di jalan-jalan setapak
di  sawah-sawah
di  gunung-gunung
di  pinggiran kali
yang airnya dulu
kau reguk.

Tubuh leluhur
terkubur di antara:
alam lestari
dan simbol asing.

Semestinya
kau berada di langit itu:
jauh di atas batin-batin
yang belum bebas.





Catatan kaki:

1.     Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, seusai menghadiri acara pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Kementerian ESDM, Senin (28/2) di Jakarta, menyatakan, berdasarkan pengamatan terakhir, kecenderungan harga ICP sudah 111,36 dollar AS per barrel, dan harga minyak Brent 112 dollar AS per barrel.
Padahal, asumsi dasar harga minyak mentah produksi Indonesia di APBN 2011 sebesar 80 dollar AS. ”Sikap strategis pemerintah itu biasanya didasarkan pada rata-rata 12 bulan terakhir,” kata dia.
Dalam 12 bulan terakhir, dari Maret 2010 sampai minggu terakhir Februari 2011, rata-rata harga ICP sekitar 83,45 dollar AS per barrel. ”Artinya, kita tidak terlalu gugup. Yang penting proaktif dan sistematis. Memang harga telah 112 dollar AS per barrel, tetapi kecenderungan masih 83 dollar AS per barrel,” ujarnya.
Sumber: http://female.kompas.com/read/2011/03/01/03192935/harga.minyak.indonesia.di.atas.100.dollar.as.per.barrel.
2.     1971: Menyalahkan sistem kapitalis atas kesulitan perekonomian, Pemerintahan Persatuan Populer Allende (Popular Unity - Up) segera bergerak untuk mensosialisasikan perekonomian, menasionalisasikan tambang-tambang tembaga milik negara yang dikontrol Amerika Serikat, bisnis-bisnis lain yang dikontrol oleh negara asing dan industri-industri, bank-bank dan perumahan-perumahan besar di pinggir kota. Sumber: http://books.google.co.id/books?id=BpAIa1YhqLUC&pg=PA178&lpg=PA178&dq=kudeta+Chili+tambang&source=bl&ots=nesnZG2Yl8&sig=wP2pbv8K1HvBVAcXeUKbxiGczoE&hl=en&sa=X&ei=sWdwUKa3Ao7LrQfLs4HACA&ved=0CF4Q6AEwCA#v=onepage&q=kudeta%20Chili%20tambang&f=false
Pinochet merupakan salah seorang arsitek Operasi Condor pada tahun 1975. Operasi tersebut diikuti enam negara Amerika Latin dan dimaksudkan untuk menumpas kelompok-kelompok oposisi di kawasan. Salah satu kejahatan Pinochet lainnya pada era kediktatorannya adalah operasi Caravan of Death. Dalam operasi tersebut, orang yang diduga mendukung pemerintahan Allande atau bersikap anti-AS, hilang atau terbunuh. Selama 17 tahun berkuasa, Pinochet telah melakukan berbagai tindak kejahatan dalam rangka memuluskan kepentingan AS. Sementara itu, perusahaan-perusahaan AS dengan sangat mudah mengeruk tambang tembaga di Chili. Sumber: http://referensiurangsubang.blogspot.com/2009/05/kudeta-di-chili.html
3.     Mantan Menko Perekonomian Kwik Kian Gie mengatakan pemerintah bakal sulit menyelesaikan jumlah utang Indonesia yang sudah menembus Rp 1.800 triliun. Menurutnya utang-utang ini penipuan luar biasa. Kenapa?
"Sudah sejak 30 tahun yang lalu saya sudah menulis banyak (soal utang). Contohnya lebih besar pasak dari tiang. Ini menjadi penipuan yang luar biasa. Utang itu tidak disebut utang dalam APBN, tetapi pemasukkan pembangunan dalam negeri. Jadi 30 tahun lamanya anggaran minus ditutupi utang. Anggaran harus berimbang, biar bisa disebut berimbang ya nipu," kata Kwik.
Hal ini disampaikan Kwik usai sebuah dialog ekonomi di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Dikatakan Kwik, jumlah utang pemerintah yang tembus Rp 1.800 triliun ini sudah sangat membahayakan dan sulit dicarikan solusinya.
Sumber: http://finance.detik.com/read/2012/02/21/143351/1847854/4/kwik-kian-gie-utang-indonesia-rp-1800-triliun-hasil-nipu
4.     Penembakan misterius atau sering disingkat Petrus (operasi clurit) adalah suatu operasi rahasia dari Pemerintahan Suharto pada tahun 1980-an untuk menanggulangi tingkat kejahatan yang begitu tinggi pada saat itu. Operasi ini secara umum adalah operasi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah "petrus", penembak misterius. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Penembakan_misterius
5.     Pemberian grasi Presiden SBY kepada sejumlah gembong narkoba menenggak kontroversi. (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/10/13/mbu1gg-grasi-presiden-kepada-gembong-narkoba-berbahaya)
Publik dihebohkan pemberian grasi Presiden SBY kepada terpidana narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Pemberian grasi yang merupakan hak prerogratif presiden itu memancing beragam pertanyaan dan spekulasi. Publik terkejut dengan obral grasi ini. (http://nasional.inilah.com/read/detail/1915545/grasi-istana-bikin-gembong-narkoba-bersorak)
6.     Menuntut keadilan atas anaknya yang tewas ditabrak seorang anggota kepolisian, seorang bapak berjalan kaki dari kampung halamannya di Malang, Jawa Timur, menuju Istana Negara guna mengembalikan uang Rp25 juta yang dianggapnya sebagai uang tutup mulut atas meninggalnya sang anak. Sumber: http://www.poskotanews.com/2012/03/19/jalan-kaki-dari-malang-demi-keadilan/
7.     Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tak sekedar memukul ekonomi masyarakat, namun banyak orang terguncang jiwanya, akibat memburuknya ekonomi keluarga. Bahkan seorang istri pengusaha pupuk sawit yang tak sanggup menjalani takdir buruk atas ekonomi keluarganya gelap hati dan akhirnya nekad mengakhiri hidup dengan cara paling tragis: membakar diri sendiri!
Sumber: http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=21640
8.     Dengan hadirnya minimarket dan Supermarket di kota-kota besar di Indonesia, Sekjen Assosiasi pedagang se-indonesia, Ngadiran mengatakan ini salah satu sikap pemerintah yang memarginalkan para pedagang pasar tradisional. Sumber: http://id.berita.yahoo.com/minimarket-rayapnya-warung-dan-pasar-tradisional-033612733--finance.html



Erry Indra. Alumnus Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran. Lahir di Tangerang, kini tinggal di Bandung.

*Berusaha diikutsertakan ke Lomba Menulis Puisi Esai yang diselenggarakan oleh Denny JA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar