KUDETA di CHILI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Sejarah
kawasan tidak terlepas dari apa yang namanya tokoh sejarah, karena
dengan adanya aktor tersebut bisa menjadi berwarna disetiap sejarah
negaranya masing-masing. Augusto Pinochet merupakan contoh aktor yang
terdapat dalam sejarah negara Chili yang mempunyai keunikan tertentu,
maka dari keunikan tersebut kami berusaha mencari dan menemukannya yang
kemudian akan kami sajikan dalam bentuk makalah ini. Sejarah telah
mencatat terdapat kemiripan antara Augusto Phinochet dan Soeharto dalam
memimpin negara. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah yang sangat
menarik kami untuk membahasnya.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Dalam
pembatasan penyusunan makalah ini kami lebih memfokuskan pembahasan
mengenai hubungan sosial, dengan merumuskannya ke dalam beberapa point
permasalahan diantaranya:
a) Bagaimana Sepak terjang diktator yang pernah berkuasa yang menjadi bagian dari masa lalu?
b) Mengapa orang berambisi menjadi penguasa?
c) Apa saja cara, strategi, taktik, kebijakan politik bahkan kejahatan yang dilakukan untuk mencapai kekuasaan begitu besar?
d) Bagaimana
mungkin orang yang sangat lembut mempesona, tiba-tiba menyeringai dan
buas laksana srigala, menjadi diktator yang tega membantai sesama?
1.3 TUJUAN PENULISAN
a) Mengetahui karakteristik seorang diktator
b) Mengetahui kebijakan politik bahkan kejahatan yang dilakukan untuk mencapai kekuasaan begitu besar
c) Untuk melengkapi nilai mata kuliah sejarah lokal
1.4 METODE PENULISAN MAKALAH
Metode
yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan menggunakan
metode deskriptif, dengan mengumpulkan sumber-sumber sejarah baik itu
dalam studi pustaka maupun dalam bentuk pengutipan dalam artikel yang
kami anggap relevan dengan apa yang kami bahas. Sebagaimana diungkapkan
oleh Syamsudin bahwa “Ruang cakup penelitian. Ruang lingkup topic yang
dipilih harus sesuai dengan medium yang akan dipresentasikan, apakah itu
makalah kelas, laporan seminar, artikel, tesis, disertasi atau buku”.
Syamsudin (2007: 91).
1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan Penulisan Makalah
1.4. Metode Penulisan Makalah
1.5. Sistematika Penulisan Makalah
BAB 2 Kudeta Augusto Pinochet Terhadap Salvador Allende di Chili
2.1. Biografi
2.2. Latar Belakang Terjadinya Kudeta
2.3. Kudeta Augusto Pinochet 1973 atas Allende
2.4. Dampak dari Kudeta
2.5. Perbandingan antara Chili pada masa Agusto Pinochet dengan Indonesia pada Masa Soeharto
BAB 3 PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB 2
Kudeta Augusto Pinochet Terhadap Salvador Allende di Chili
2.1. Biografi
Augusto Pinochet
(http://id.wikipedia.org/wiki/Augusto_Pinochet)
Augusto José Ramón Pinochet Ugarte (Valparaíso, 25 November 1915–Providencia, 10 Desember 2006) adalah seorang jenderal dan diktator Chili. Ia adalah kepala junta militer yang berkuasa di Chili pada periode 1973 - 1990. Ia meraih kekuasaan dengan cara kudeta sesaat setelah pemilu demokratis yang memilih Presiden Salvador Allende yang sosialis. Ia tampil sebagai presiden Republik pada 1974 - 1990 (dari 1981 hingga terbentuknya sebuah Konstitusi 1980) yang baru. Sekitar 3.000 orang Chili terbunuh selama masa pemerintahannya. Pinochet memperkenalkan banyak kebijakan pasar bebas neoliberal.
Melalui Operasi Jakarta, presiden AS, Richard Nixon menggunakan CIA untuk membantu junta militer Chili dalam mengkudeta Presiden Salvador Allende
dan menaikan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Chile, Augusto Pinochet
Agurte. Sejak 1974-1990, tidak kurang dari 2025 kasus pelanggaran HAM
dilakukan oleh rezim Pinochet melalui dinas rahasianya DINA (semacam Kopkamtib-nya Chile) telah terjadi. 1068 berupa kasus pembunuhan dan 957 kasus orang hilang.
Kudeta yang dilakukan Pinochet terhadap Allende, bila dicermati amat mirip dengan yang diduga dilakukan Soeharto terhadap Soekarno yaitu setidaknya antara lain pada:
· Beredarnya
dokumen yang meresahkan tentang perencanaan pembunuhan beberapa
jenderal dan komandan-komandan militer. Hal itu selain terjadi di Chile
(dokumen rencana ‘Z’) juga Indonesia (Beredarnya daftar pejabat AD yang akan dibunuh dikalangan tokoh-tokoh buruh, politisi dan elit militer Chili).
· Disebarnya
isu yang menimbulkan keresahan dan ketidakstabilan poltitik dalam
negeri. Di Chile masyarakat terutama serikat buruh militan dan
jenderal-jenderal konservatif mendapat kiriman kartu-kartu kecil di mana
tercetak kata-kata "Jakarta Se Acerca" (Jakarta Sudah Mendekat).
· Diduga sangat kuat kedua kudeta tersebut sama-sama di dukung CIA.
Pada 1990 ia kehilangan kekuasaan, namun ia menjadikan dirinya senator seumur hidup, untuk mencegah agar ia tak ditangkap. Ia dipaksa meninggalkan kedudukan senator pada 2002, namun sekali lagi ia tak ditangkap, saat itu dikatakan ia menderita dementia. Pada Mei 2004 hakim berkata itu tidak benar. Pada 13 Desember ia ditempatkan dalam tahanan rumah. Ia meninggal dunia pada 10 Desember 2006 seminggu setelah terkena serangan jantung. Alejandro membuat periode mengenai Augusto Pinochet, kebijakan politik dan kejahatannya dari diantaranya sebagai berikut:
1915 : Lahir pada tanggal 25 November di Valparaiso, Cili
1936 : Lulus dari akademi militer
1973 : Melakukan kudeta terhadap pemerintahan Salvador Allende
1974 : Mendeklarasikan kekuatan tunggal
1978 : Kepemimpinannya yang diwarnai dengan banyak pembunuhan ditolak oleh 75 persen suara dalam sebuah plebisit
1981 :
Memperkenalkan konstitusi baru yang memberikan jaminan padanya untuk
memegang kursi kepemimpinan selama delapan tahun ke mendatang
1988 : Ingin melanjutkan kendali partai oposisi tetapi ditolak; dari 55% suara menjadi 43%
1990 : Turun dari jabatannya
1998 : Ditangkap di London karena pembunuhan
2000 : Kembali ke Cili sebagai orang bebas
2004 : Semakin ditinggalkan pendukunganya setelah terbukti menggelapkan sekitar 27 juta dolar
2006 : Meninggal dunia. Anjelardo (2007: 22)
2.2. Latar Belakang Terjadinya Kudeta
Bayangan
tentang Cile, negeri yang sedang menjadi tempat para kepala negara dan
pemerintahan APEC bertemu, selalu bayangan tentang kudeta militer yang
dilakukan Jenderal Augusto Phinochet pada 1973. Bayangan ini muncul
sejak kuliah belasan tahun silam. Saat itu, beberapa teman yang "kiri"
sering membawa jurnal milik mereka. Karena isinya "kiri", tentu saja
yang dipromosikan adalah hal-hal yang juga kiri. Salah satunya tentang
pemerintahan sosialis yang dipilih via pemilu dan dihancurkan militer di
Cile. Pemerintahan Salvador Allende. Bayangan ini makin kuat saat film
bagus berlatar belakang kudeta, The House of the Spirit, beredar.
Tapi
bukan hanya karena Allende menjadi simbol pemerintahan kiri yang malang
sehingga digusur militer, kudeta ini menjadi begitu menonjol di tengah
puluhan kisah kudeta di dunia selama seabad
terakhir. Kudeta di Cile juga mencerminkan bagaimana pemerintah Amerika
menghalalkan segala cara untuk menang bersaing melawan Uni Soviet dalam
Perang Dingin. Kudeta ini juga mengisahkan kekejian pemerintahan militer
yang ekornya membuat Pinochet tidak diterima di mana-mana. Tak urung
Amerika sekarang menyesali keterlibatan itu. "Yang terjadi dengan
Allende bukan bagian sejarah yang dibanggakan Amerika," kata Colin
Powell suatu ketika, saat ada wartawan yang membandingkan keterlibatan
Amerika di Irak dengan di Cile tiga dekade silam.
Kudeta
ini dimulai setelah Allende menang tipis dalam pemilu presiden Cile
pada 1970. Kemenangannya kurang dari satu persen. Ia mendapat suara 36,3
persen. Pesaing terdekatnya dari sayap kanan, Radomiro Tomic, meraih
35,8 persen. Kemenangan ini menggelisahkan Amerika Serikat, yang
berusaha agar kelompok kiri tidak berkuasa. Pada pemilu empat tahun
sebelumnya, Amerika mengucurkan dana kampanye agar Allende tidak
berkuasa. Usaha ini berhasil. Tapi mereka gagal mengulanginya dalam
pemilu 1970. Saat itu Amerika dan Uni Soviet berusaha berebut pengaruh
di dunia. Uni Soviet sudah menguasai Kuba lewat Fidel Castro belasan
tahun sebelumnya. Amerika takut Cile juga akan jatuh ke tangan Soviet.
Begitu
hasil pemilu dipastikan, Thomas Karamessines, Deputi Direktur Badan
Intelijen Amerika (CIA) Bidang Perencanaan, mengirim kawat kepada pos
CIA di Santiago. "Sudah menjadi kebijakan konsisten bawah Allende akan
diturunkan lewat kudeta," tulis Karamessines. "Tindakan ini harus
diterapkan secara rahasia dan aman sehingga USG (United States
Government atau pemerintah Amerika Serikat) dan tangan Amerika tak
terlihat." Untuk memulai, mereka menculik Panglima Angkatan Bersenjata
Cile Jenderal Rene Schneider. Ia dibunuh karena ia prajurit
konstitusionalis, yang berpegang teguh pada konstitusi. Artinya, ia akan
menolak melakukan kudeta. Jika ingin membunuh presiden, tentara yang
menolak kudeta harus dibereskan dulu. Itu sebabnya Schneider menjadi
sasaran.
CIA
memberi senjata kepada dua kelompok penentang Salvador Allende untuk
mencegah presiden terpilih itu dilantik. Kelompok ini menyerang dan
menewaskan Schneider. Tapi reaksinya negatif. Seluruh rakyat dan tentara
Cile bersatu mendukung Allende karena serbuan lain. Proses kudeta itu
sendiri dihentikan. Amerika membaca situasi yang tidak menguntungkan.
Jika dipaksakan melakukan kudeta, malah akan negatif. Terlalu prematur.
Amerika
bertambah cemas bahwa Allende akan mengubah Cile menjadi negeri
diktator komunis pada 1971. Saat itu Fidel Castro mengunjungi Cile
sebulan penuh. Tapi Amerika tidak menunggu begitu saja. Mereka memberi
sanksi ekonomi bagi Cile untuk menekan Allende mundur. Padahal, saat
Allende menjadi presiden, ekonomi sudah memburuk. Pertumbuhan ekonomi
lamban, inflasi tinggi, dan pendapatan tidak merata. Allende juga
membuat kebijakan yang tidak disukai kelompok kelas menengah, seperti
pembagian tanah dan nasionalisasi perusahaan besar. Bagi rakyat kecil,
Allende dipuji karena melakukan reformasi kesehatan dan program seperti
susu gratis untuk anak-anak. Allende menyebutnya La vía chilena al
socialismo--Jalan Cile ke Sosialisme. Mulai Oktober 1972, mulai muncul
sejumlah unjuk rasa di Cile, dari pemogokan pemilik truk, pengusaha
kecil, hingga mahasiswa. Unjuk rasa ini berlangsung 24 hari.
2.3. Kudeta Augusto Pinochet 1973 atas Allende
Akhirnya
kudeta muncul juga pada 29 Juni 1973. Saat itu resimen tank di bawah
komando Kolonel Roberto Souper mengepung Istana Presiden pada 29 Juni
1973. Tapi kudeta pertama ini gagal. Allende mengangkat Jenderal Prats,
Panglima Angkatan Bersenjata, menjadi Menteri Pertahanan pada 9 Agustus
tahun itu. Tapi pilihan ini tidak disukai kalangan militer sehingga
hanya 13 hari ia menjabat. Sialnya, tidak hanya jabatan Menteri
Pertahanan yang dilepas, tapi juga Panglima Angkatan Bersenjata Cile.
Sebagai panglima baru ditunjuk Auguto Pinochet. Saat itu unjuk rasa
menjadi santapan sehari-hari. Malah Mahkamah Agung secara resmi
mengeluhkan ketidakmampuan pemerintah menegakkan hukum.
Anggota
parlemen dari kelompok kanan, seperti Demokrat Kristen dan Partai
Nasional, sudah meminta militer bertindak. Demi ketertiban, katanya.
Selain itu, Allende memerintah dengan dekrit, bukan undang-undang yang
mesti lewat parlemen. Maka, pada 11 September, pesawat tempur Hawker
Hunter menembaki Istana Presiden. Saat itu Allende tewas. Versi resmi,
ia bunuh diri dengan senapan otomatis hadiah Castro. Tapi sampai
sekarang masih banyak yang percaya ia dibunuh. Semula ada empat pemimpin
junta yang sudah bersepakat akan bergiliran menjadi presiden. Selain
Pinochet dari angkatan darat, ada Gustavo Leigh Guzman dari angkatan
udara, Jose Toribio Merino Castro dari angkatan laut, dan Cesar Mendoza
Duran dari polisi nasional alias Gendarmerie. Tapi akhirnya diputuskan
mengangkat Phinochet sebagai pemimpin junta. Dua hari kemudian, Kongres
dibubarkan. Stadion Nasional menjadi tahanan raksasa. Dalam tiga tahun,
130 ribu orang menjadi tawanan. Ribuan orang lenyap tak berbekas dan
ribuan lagi disiksa. Allende menjadi pahlawan sosialisme dunia dan
Pinochet sekarang mesti bertanggung jawab atas pembunuhan dan penyiksaan
itu.
2.4. Dampak dari Kudeta
Mereka
merebut kekuasaan dengan menumpahkan darah rakyat dan mempertahankannya
dengan meneror lawan-lawan politiknya. Keduanya akan menempuh langkah
apa pun demi stabilitas politik dan ketenangan sistem perekonomian dalam
berproduksi, dari memberlakukan darurat militer, memberangus media
massa, menyumbat semua oposisi, sampai memburu segala gerakan sempalan
yang dinilai memecah-belah bangsa. Pinochet dikenal tak sungkan-sungkan
memerintahkan aparat keamanan untuk mengeksekusi mati rakyatnya sendiri.
"Tentara
diperkirakan telah membunuh 11.000 warga Chile sepanjang tahun pertama
kekuasaan Pinochet," klaim Gunson, Thompson dan Chamberlain dalam buku
mereka "The Dictionary of Contemporary Politics of South America."
Pinochet
merupakan salah seorang arsitek Operasi Condor pada tahun 1975. Operasi
tersebut diikuti enam negara Amerika Latin dan dimaksudkan untuk
menumpas kelompok-kelompok oposisi di kawasan. Salah satu kejahatan
Pinochet lainnya pada era kediktatorannya adalah operasi Caravan of
Death. Dalam operasi tersebut, orang yang diduga mendukung pemerintahan
Allande atau bersikap anti-AS, hilang atau terbunuh. Selama 17 tahun
berkuasa, Pinochet telah melakukan berbagai tindak kejahatan dalam
rangka memuluskan kepentingan AS. Sementara itu, perusahaan-perusahaan
AS dengan sangat mudah mengeruk tambang tembaga di Chili.
2.5 Perbandingan antara Chili pada masa Agusto Pinochet dengan Indonesia pada Masa Soeharto
Presiden
Salvador Allende di-kudeta oleh jenderal Pinochet pada tahun 1973
dengan bantuan aktif CIA, karena politiknya yang “kiri” dianggap terlalu
anti-Amerika. Sejak itu, jenderal Pinochet melancarkan, secara
sistematis dan besar-besaran, operasi “Condor” guna melumpuhkan kekuatan
kiri dan pendukung presiden Allende.
a. Perbedaan dan Persamaan Suharto-Pinochet
Kalau
direnung-renungkan, ada sejumlah persamaan yang menyolok (dan juga
perbedaan) antara kasus Pinochet dan Suharto, antara apa yang terjadi di
Chili dan di Indonesia, dan antara pesiden Salvador Allende dan
presiden Sukarno. Kudeta di Chili oleh jenderal Pinochet dkk telah
disokong (bahkan diprakarsai) oleh CIA, untuk menggulingkan presiden
Allende, seorang nasionalis patriotik kerakyatan yang disenangi oleh
rakyat Chili, yang didukung oleh Partai Komunis Chili. Seperti presiden
Sukarno, presiden Allende menjalankan politik luarnegeri yang
anti-imperlalis Amerika. (Dalam bidang ekonomi ia menasionalisasi
perusahaan tembaga Amerika)
Seperti
halnya Suharto, jenderal Pinochet adalah pemimpin militer yang
anti-komunis, dan telah menjalankan pemerintahan tangan besi selama 17
tahun (Suharto jauh lebih lama lagi, 32 tahun).
Pinochet
digugat oleh sebagian opini umum di Chili (dan internasional) karena
dituduh bertanggung-jawab terhadap hilangnya atau dibunuhnya lebih dari
3000 orang (sebagian laporan menyebutkan angka 6000 orang). Angka ini
masih belum apa-apa, kalau dibandingkan dengan dibunuhnya korban tahun
1965 di Indonesia yang ditaksir antara 1.500.000 sampai 3.000.000 orang,
dan ditahannya ratusan ribu orang lainnya dalam jangka waktu yang
berbeda-beda panjangnya.
Jumlah
korban di Chili jauh lebih sedikit daripada korban di Indonesia, tetapi
gema peristiwa Chili jauh lebih besar, termasuk di arena internasional.
PBB telah mengeluarkan kecaman keras tentang pelanggaran HAM di Chili.
Sedangkan mengenai Suharto, belum ada pernyataan resmi dari PBB yang
mengutuk pelanggaran HAM yang dilakukan secara besar-besaran, dan dalam
jangka lama pula. Barulah beberapa tahun sebelum jatuhnya Suharto,
Amerika Serikat akhirnya melalui laporan-laporannya tentang HAM memang
membuat ulasan-ulasan yang cukup kritis tentang berbagai pelanggaran HAM
di Indonesia.
b. Dalih Kesehatan Pinochet dan Suharto
Persamaan
lainnya antara Pïnochet dan Suharto adalah bahwa kedua-duanya tidak
dapat diajukan ke pengadilan karena dalih-dalih kesehatan. Di samping
itu, tadinya, Pinochet juga memperoleh perlindungan berupa keputusan
parlemen Chili yang memberikan status immunity kepadanya, karena ia
pernah menjadi presiden. Tokoh militer yang dilahirkan di Valparaiso 25
November 1915 ini juga diangkat menjadi senator seumur hidup. Ia
meletakkan kedudukannya sebagai presiden Chili pada tahun 1990 setelah
ada referandum, dan digantikan oleh tokoh kristen-demokrat, Patricio
Aylwin. Namun, meskipun sudah tidak menjadi presiden lagi, ia terus
menjabat Panglima tertinggi militer sampai tahun 1998.
Dalam
tahun 2000, Mahkamah Agung Chili membatalkan keputusan jaksa Juan
Guzman yang menuntut diperiksanya Pinochet di depan pengadilan dan
menempatkannya dalam tahanan rumah. Alasan Juan Guzman ialah karena
Pinochet bertanggungjawab atas ditembaknya 75 tahanan politik secara
sewenang-wenang dalam tahun 1973 oleh sepasukan militer spesial yang
terkenal dengan julukan “Kafilah mayat”.
Para
keluarga orang yang hilang dan dibunuh, dan jaring-jaringan solidaritas
internasional, telah terus-menerus mengadakan aksi-aksi tuntutan untuk
mengadili Pinochet serta pembesar-pembesar militer atas pembunuhan dan
penculikan. Jenderal Pinochet sendiri menghadapi 190 gugatan atau
pengaduan. Oleh karena adanya gugatan seorang jaksa Spanyol itulah maka
mantan diktator ini pernah ditahan polisi Inggris selama 503 hari.
c. Kekebalan Hukum Dicabut
Pengadilan
Tinggi Chili mencabut immunitas (kekebalan hukum) Pinochet, karena para
pengacara para korban menuntut dicabutnya immunitas ini, dengan alasan
bahwa kesehatan Pinochet cukup baik. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan
jaksa yang menyatakan di depan pengadilan bahwa Pinochet bisa
mendengarkan lagu Lili Marleen dan musik-musik mars militer Nazi
kesukaannya. Bukti lainnya bahwa kesehatan Pinochet baik adalah
interview televisi yang diberikan olehnya tahun yang lalu kepada sebuah
stasion televisi dari Miami (Amerika). Tayangan televisi ini menimbulkan
kemarahan banyak orang, karena di situ Pinochet menampilkan diri
sebagai “malaikat yang suci”. Apakah Mahkamah Agung Chili akhirnya akan
menyetujui pencabutan kekebalan hukum Pinochet, mari sama-sama kita
ikuti perkembangan selanjutnya.
Kasus
tuntutan atau gugatan terhadap Pinochet ini bagi kita di Indonesia
menarik, karena adanya sejumlah persamaan antara persoalan diktatur
militer Chili dan Indonesia. Bedanya adalah bahwa skala pembunuhan dan
penculikan di Chili adalah jauh lebih kecil daripada yang terjadi di
Indonesia di bawah Orde Baru. Artinya, beban tanggungjawab atau
dosa-dosa Pinochet juga jauh lebih kecil kalau dibandingkan dengan dosa
Suharto. Sebab, disamping pelanggaran HAM besar-besaran selama 32 tahun
Suharto juga diktator yang KKN-nya tidak tanggung-tanggung, sehingga ia
menjadi koruptor yang paling terkenal di seluruh dunia.
Oleh
karena itu, seperti halnya tuntutan para korban di Chili, tuntutan
untuk mengadili Suharto juga masih berkumandang terus di Indonesia. Ini
disuarakan tidak hanya oleh para eks-tapol dan keluarga para korban
peristiwa tahun 1965, tetapi juga oleh ornop-ornop humaniter atau
berbagai organisasi, yang mempersoalkan pembunuhan di Aceh, Lampung,
Tanjung Priok, Jawa Barat dll. Dan ini adalah wajar, sebab, kalau
diingat-ingat, dosa Pinochet hanyalah secuwil kecil dibandingkan dengan
dosa Suharto yang menggunung.
Perhatikan juga skenario yang sama persis dengan blue-print dari Jakarta
ini di Chile. Waktu itu, jendral yang pas diatasnya si Pinochet pun
dihabisi. Sehingga, mendadak saja si Pinochet di Chile yang sama persis
dengan kasusnya di Indonesia dengan lebih dikenal dengan pahlawan revolusi dan menjadikan seseorang naik pangkat yang bisa langsung menjadi tertinggi di militer Chile maupun di Indonesia.
ini di Chile. Waktu itu, jendral yang pas diatasnya si Pinochet pun
dihabisi. Sehingga, mendadak saja si Pinochet di Chile yang sama persis
dengan kasusnya di Indonesia dengan lebih dikenal dengan pahlawan revolusi dan menjadikan seseorang naik pangkat yang bisa langsung menjadi tertinggi di militer Chile maupun di Indonesia.
Bahwa
dugaan Amerika / CIA terlibat, itu wajar dan logis sebagai strategi
global AS menghadapi pengaruh komunisme global. Bagi AS yang punya
angkatan perang sedunia dan intelijen dan kepentingan global, perang
strategi dan pengaruh itu amat normal. Di Vietnam, Laos, Kamboja,
Nikaragua, Afghanistan, Pakistan, di Afrika. Semua itu bukti adanya
pengaruh Amerika dalam perang dingin melawan Soviet/Cina, baik melalui
CIA atau biro dan antek yang lain. Bahwa keterlibatan CIA susah
dibuktikan, itulah makanya disebut Central Intelligence Agency, biro paling rahasia dari yang rahasia.
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Augusto José Ramón Pinochet Ugarte adalah seorang jenderal dan diktator Chili. Ia adalah kepala junta militer yang berkuasa di Chili pada periode 1973 - 1990. Ia meraih kekuasaan dengan cara kudeta sesaat setelah pemilu demokratis yang memilih Presiden Salvador Allende yang sosialis.
Menariknya disini ada beberapa kesamaan dengan pergantiannya presiden
Soekarno ke Soeharto di Indonesia, adapun persamaannya adalah;
· Beredarnya
dokumen yang meresahkan tentang perencanaan pembunuhan beberapa
jenderal dan komandan-komandan militer. Hal itu selain terjadi di Chile
(dokumen rencana ‘Z’) juga Indonesia (Beredarnya daftar pejabat AD yang akan dibunuh dikalangan tokoh-tokoh buruh, politisi dan elit militer Chili).
· Disebarnya
isu yang menimbulkan keresahan dan ketidakstabilan poltitik dalam
negeri. Di Chile masyarakat terutama serikat buruh militan dan
jenderal-jenderal konservatif mendapat kiriman kartu-kartu kecil di mana
tercetak kata-kata "Jakarta Se Acerca" (Jakarta Sudah Mendekat).
· Diduga sangat kuat kedua kudeta tersebut sama-sama di dukung CIA.
Pada 1990 ia kehilangan kekuasaan, namun ia menjadikan dirinya senator seumur hidup, untuk mencegah agar ia tak ditangkap. Ia dipaksa meninggalkan kedudukan senator pada 2002, namun sekali lagi ia tak ditangkap, saat itu dikatakan ia menderita dementia. Pada Mei 2004 hakim berkata itu tidak benar. Pada 13 Desember ia ditempatkan dalam tahanan rumah. Ia meninggal dunia pada 10 Desember 2006 seminggu setelah terkena serangan jantung. Selain
itu pula dalam prosesnya yang hampir mirip sekali dalam proses hukumnya
maupun perkiraan dari yang melatar-belakangi peristiwa dari kedua tokoh
diktator ini.
3.2. Saran
Sebuah
Negara yang dapat dikatakan maju adalah Negara yang kuat dan makmur,
kuat dalam segi pertahanan dan makmur dalam perekonomian. Terkait dengan
hal keamanan dan pertahanan Negara seharusnya mempunyai agen rahasia
yang benar-benar rahasia dan kuat, dan memiliki pemimpin yang berwibawa
tetapi tidak menyalah-gunakan kekuasaannya.
DAFTAR PUSTAKA
Alejandro, Emdievi Y.G. (2007). 41 Diktator Zaman Modern Mengejar Ambisi Menuai Tragedi. Jakarta: Visimedia.
Syamsudin, Helius. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak
Media Internet:
Koran Tempo Wap. (2004). Hari saat allende tersungkur rubrik internasional Edisi 2004-11-20. [Online].
Tersedia:
http://72.14.235.132/search?q=cache:TC5ROAi_jZ0J:wap.korantempo.com/view_details.php%3Fidedisi%3D1602%26idcategory%3D11%26idkoran%3D27352%26y%3D2004%26m%3D11%26d%3D20+dampak+kudeta+augusto+pinochet&hl=en&ct=clnk&cd=1
Sidik, A. Jafar M.(2008). Antara Chun Doo Hwan, Augusto Pinochet, dan Soeharto. [Online]
Tersedia: http://www.antara.co.id/arc/2008/1/19/antara-chun-doo-hwan-augusto-pinochet-dan-soeharto/. [27 Februaru 2009]
-----------.(2005). CIA & Kudeta atas Sukarno. [Online]
Tersedia: http://apakabar.ws/forums//viewtopic.php?f=1&t=28513CIA&Kudeta atas Sukarno. [27 Februari 2009]
Wikipedia. (2009). Augusto Pinochet. [Online]
Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Augusto_PinochetSumber: http://referensiurangsubang.blogspot.com/2009/05/kudeta-di-chili.html
gileee kereen disini juga ada loh gannn
BalasHapushttps://ctworksss17.hatenablog.com//
.