Di nuqil dari blog majelisrasulullah.org dengan sedikit penambahan.
Dalam soheh bukhari pada hadis ke 198 di riwayatkan:
عن
عائشة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : بَعْدَمَا دَخَلَ بَيْتَهُ وَاشْتَدَّ وَجَعُهُ هَرِيقُوا
عَلَيَّ مِنْ سَبْعِ قِرَبٍ لَمْ تُحْلَلْ أَوْكِيَتُهُنَّ لَعَلِّي
أَعْهَدُ إِلَى النَّاسِ وَأُجْلِسَ فِي مِخْضَبٍ لِحَفْصَةَ زَوْجِ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ طَفِقْنَا نَصُبُّ
عَلَيْهِ تِلْكَ حَتَّى طَفِقَ يُشِيرُ إِلَيْنَا أَنْ قَدْ فَعَلْتُنَّ
ثُمَّ خَرَجَ إِلَى النَّاسِ
Dari
Aisyah ra berkata, sabda Rasulullah saw: "Ketika Nabi saw telah masuk
ke dalam rumah dan sakit beliau semakin parah , beliau bersabda:
"Siramkan air kepadaku dari tujuh geriba yang belum dilepas ikatannya,
sehingga aku dapat memberi pesan kepada orang-orang". Kemudian nabi saw
didudukkan di dalam ember besar milik Hafsah, istri Nabi SAW maka kami
segera menyiramkan air kepada beliau hingga beliau memberi isyarat
kepada kami, bahwa kalian(istri-istri Rasulullah SAW) telah
melakukannya, setelah itu beliau keluar menemui orang-orang." (Shahih
Bukhari)
Syarah Habib Munzir Al Musawa
Hadits
tersebut menjadi dalil atas orang-orang yang membantah bahwa mandi
dengan 7 macam air adalah merupakan adat yang syirik. Disebutkan dalam
hadits tersebut bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
sakitnya mulai parah, beliau meminta air dari 7 buah girbah untuk
membasuh tubuh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, girbah adalah sebuah
kantong air yang terbuat dari kulit kambing yang salah satu sisinya
dijahit dan sisi yang lainnya diikat, yang mana jika girbah itu tertiup
angin maka air di dalam girbah itu akan menjadi dingin.
Berkata ibnu hajar dalam syarah hadis tersebut pada kalimat من سبع قرب :dari tujuh geriba";
:
"قال الخطّابيّ: يشبه أن يكون خصّ السّبع تبرّكًا بهذا العدد; لأنّ له
دخولاً في كثير من أمور الشّريعة وأصل الخلقة. وفي رواية للطّبرانيّ في هذا
الحديث: ((من آبار شتّى))، والظّاهر أنّ ذلك للتّداوي لقوله في رواية أخرى
في الصّحيح: ((لعلّي أستريح فأعهد)) أي: أوصي". [فتح الباري (1/303)].
[Telah
berkata Al khothobi; penghususan dengan tujuh adalah bentuk tabaruk
atas hitungan ini, karena angka tujuh itu masuk dalam banyak perkara
syariat dan asal penciptaan, dan dalam sebuah riwayat dari Al Imam
Thabrani menjelaskan bahwa yang diminta oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bukanlah air dari 7 Gerbah akan tetapi air dari 7
sumur, dan dhohirnya perbuatan tersebut adalah untuk pengobatan.[fathul
bari 1/303]
Dan juga ada hadis yang HAMPIR serupa dengan hadis di atas:
أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا دَخَلَ بَيْتِي
وَاشْتَدَّ بِهِ وَجَعُهُ قَالَ هَرِيقُوا عَلَيَّ مِنْ سَبْعِ قِرَبٍ
لَمْ تُحْلَلْ أَوْكِيَتُهُنَّ لَعَلِّي أَعْهَدُ إِلَى النَّاسِ
فَأَجْلَسْنَاهُ فِي مِخْضَبٍ لِحَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ طَفِقْنَا نَصُبُّ عَلَيْهِ مِنْ تِلْكَ
الْقِرَبِ حَتَّى طَفِقَ يُشِيرُ إِلَيْنَا بِيَدِهِ أَنْ قَدْ فَعَلْتُنَّ
قَالَتْ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى النَّاسِ فَصَلَّى بِهِمْ وَخَطَبَهُمْ
[soheh bukhari DALAM kitab maghozi bab marodun nabi solallohu alaihi wasalam wa wafatuhu]
Lalu ibnu hajar menjelaskan kalimat hadis pada bagian مِنْ سَبْع قِرَب :dari tujuh geriba";
قِيلَ الْحِكْمَة فِي هَذَا الْعَدَد أَنَّ لَهُ خَاصِّيَّة فِي دَفْع ضَرَر السُّمّ وَالسِّحْر
; adapun hikmah hitungan tujuh tersebut,bahwa di dalamnya memiliki khasiat untuk menolak racun dan sihir.
hal ini menunjukkan bahwa mandi dengan air dari 7 sumur bukanlah adat-adat kejawen yang menyimpang dari syariat Islam, namun mandi dari air yang berasal dari 7 sumur adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka hal tersebut bukanlah hal yang syirik atau bid’ah, akan tetapi orang yang tidak memahaminya mengatakan bahwa hal itu adalah syirik dan bid’ah. Al Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa maksud daripada mandi dengan 7 macam air atau dari 7 sumur yang berbeda atau 7 sumber air yang berbeda adalah sebagaimana manusia diciptakan dari air dan tanah, maka air yang keluar dari tanah yang diambil dari 7 macam atau 7 wilayah yang berbeda maka hal itu membawa kesembuhan untuk tubuh, karena sebagaimana hadits tadi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berobat dengan 7 macam air atau 7 gerbah yang berbeda. Banyak hal-hal yang harus kita fahami yang mana banyak kelompok orang yang menentang dan menyelewengkannya, sehingga mengatakan sesuatu yang sunnah sebagai hal yang bid’ah dan lain sebagainya.
sumber: http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/06/mandi-7-sumur-adalah-sebagian-sunnah.html
hal ini menunjukkan bahwa mandi dengan air dari 7 sumur bukanlah adat-adat kejawen yang menyimpang dari syariat Islam, namun mandi dari air yang berasal dari 7 sumur adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka hal tersebut bukanlah hal yang syirik atau bid’ah, akan tetapi orang yang tidak memahaminya mengatakan bahwa hal itu adalah syirik dan bid’ah. Al Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa maksud daripada mandi dengan 7 macam air atau dari 7 sumur yang berbeda atau 7 sumber air yang berbeda adalah sebagaimana manusia diciptakan dari air dan tanah, maka air yang keluar dari tanah yang diambil dari 7 macam atau 7 wilayah yang berbeda maka hal itu membawa kesembuhan untuk tubuh, karena sebagaimana hadits tadi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berobat dengan 7 macam air atau 7 gerbah yang berbeda. Banyak hal-hal yang harus kita fahami yang mana banyak kelompok orang yang menentang dan menyelewengkannya, sehingga mengatakan sesuatu yang sunnah sebagai hal yang bid’ah dan lain sebagainya.
sumber: http://singkirkankepalsuan.blogspot.com/2012/06/mandi-7-sumur-adalah-sebagian-sunnah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar